Arthurland Arc - Prolog

Cuaca yang sangat tidak mendukung untuk pulang dari sekolah, aku berjalan menuju rumah, untung saja hari ini aku membawa sebuah payung tua yang melindungiku dari air hujan yang mengalir deras.

Derasnya hujan membuatku harus berteduh di minimarket yang tidak jauh dari tempatku berjalan.

"Haduh, kapan berhenti hujannya?" Gumamku dalam hati.

Sambil menunggu hujan reda, aku membeli beberapa cemilan untuk dimakan, untung saja manager toko sangat baik dan memberikanku kursi untuk duduk.

10 menit berlalu, akhirnya hujan pun reda dan meninggalkan genangan air yang menimbun di sekitar jalan, aku bergegas keluar dan berjalan menuju rumah, di pertengahan jalan aku melihat seorang anak kecil yang berjalan ke jalan raya, dengan maksud ingin mengambil mobil mobilannya yang berhenti di tengah jalan.

Dari arah depan nampak sebuah truk pembuangan sampah akan melewati jalan yang sedikit berkabut ini, aku berlari dan menangkap anak itu, beberapa senti lagi, mungkin kami akan tertabrak, namun nasib berkata lain.

Pengemudi itu langsung membuka kaca jendelanya sambil memarahi kami berdua dan pergi meninggalkan kami.

Ibu dari anak itu datang dan berterima kasih kepadaku dan menawarkan beberapa uang, aku menolak dan pergi meninggalkan mereka.

Tanpa sadar saat melangkahkan kakiku, aku tidak menyadari sebuah pisang yang terjatuh dari truk pembuangan sampah tadi yang merem mendadak dan aku terpleset hampir 1 meter dan muncul sesuatu seperti lubang berwarna hitam ditempat aku mendarat, yang membuatku terjatuh kedalamnya.

Karena terasa hampa dan gelap, aku berpikir bahwa diriku sudah mati.

"Mati cuma karena terpleset kulit pisang? Hahah. Lelucon apa ini." Batinku.

.......

.......

Aku terus tersedot kebawah bahkan pandanganku gelap seperti mata yang sedang tertutup, namun aku yakin sekali sekarang aku sudah membuka kedua mata, tak lama pandanganku berubah menjadi putih dan keluar semua memoriku saat hidup, rohku perlahan lahan keluar dari tubuhku.

"Oh, jadi beneran mati ya? Jadi gini toh kalo sudah mati." Ucapku sambil mengangguk

Aku menutup mataku perlahan lahan sambil tersenyum bahagia,tiba tiba terdengar suara perempuan yang membisik di kedua telingaku.

"Kau belum mati."

"Kau belum mati."

.........

.......

Ketika suara itu hilang aku mendengar suara lain, namun tidak aneh seperti tadi, suara ini seperti berada di keramaian kota.

Aku terkejut dan sontak membuka mataku, dan kupandangi sekitar sana, tepat sekali aku benar benar berada disebuah kota, seperti cerita komik dan novel yang sering kubaca, terdamparnya protagonis didunia lain, entah kenapa aku sangat bersemangat dan berkeliling area sekitar.

Tapi ada yang aneh dari kota ini, bentuk kota ini seperti didunia fantasy yang tidak mengenal unsur teknologi, namun di toko ini, aku menemukan berbagai macam senapa dan senjata api lainnya, bahkan granat pun ada disini.

"Mungkinkah ada orang lain sepertiku disini." Batinku

Disebelah toko itu, terdapat toko senjata dan buku sihir kuno, benar benar dunia yang aneh.

Tak jauh dari sana terdapat sebuah alun alun kota yang dipadati para warga, karna penasaran aku pergi mendekati lokasi itu.

-bersambung ☆

Belum ada komentar untuk chapter ini.

Jadi yang pertama?