Arthurland Arc - Bab 1 - Pendaftaran

Aku berjalan menuju alun alun kota, disana terdapat papan pengumuman yang besar jadi aku dapat melihat pengumuman yang sedang ramai dibaca warga.

Pengumuman

Dengan persetujuan raja dan sesepuh kerajaan Arthurland, dengan ini kami akan membuka pendaftaran murid baru di akademi ini, pada jam 08.00 kami akan memulai pendaftaran ini.

dengan syarat;

1.Pria dan wanita berusia 16-24 tahun.

2. Memiliki point kecerdasan diatas 100

3.kecepatan berlari di atas 35 km/j

4. Point kekuatan diatas 100

5. Test kesesuaian class, Tipe dan Senjatanya.

Terima kasih

"Persyaratan yang sulit." Kataku

"Sulit? Ku kira kau bukan penduduk sini, ternyata aku salah paham ya. Hahaha." Kata lelaki yang berada di samping kananku.

Aku menoleh dan melihat seorang lelaki yang tinggi, dengan rambut pirangnya, membalas perkataanku, dengan memakai jubah berwarna emas yang kontras dengan matanya yang biru.

"Tidak, sebenarnya aku bukan penduduk sini, aku adalah orang yang sedang merantau." Cakapku tanpa pikir panjang agar tidak dicurigai.

dia tertawa dan memperkenalkan diri.

Namanya Zeivlyn Stroot dan berumur 18 hanya berbeda 2 tahun saja dariku, dia disini untuk bepartisipasi dalam pendaftaran siswa, dan mengajakku untuk ikut juga.

Namun aku memberikan satu syarat, yaitu informasi dunia ini dan kerajaan ini, Zeivlyn mengarahkan jempolnya kepadaku dan mengajakku duduk di bangku sekitar alun alun kota.

Dia menceritakan tentang dunia ini, yang tidak hanya ditinggali 3 makhluk hidup saja.

Melainkan terdapat monster, iblis, vampir, elf, siluman, penyihir dan gnome. Tidak heran dari awal aku tiba didunia ini, entah kenapa ada banyak hal aneh dikota ini, seperti penjual senapan yang ternyata seorang gnome.

Lalu mengenai kerajaan, kerajaan ini memiliki 5 wilayah yaitu Stroot=timur Sheila=pusat Zeed=utara Nirmala=selatan Aero=barat. Yang ternyata adalah nama dari 4 jendral dan istri raja pertama, Raja Arthuria.

"Kau belum memberitahu namamu kan?" Ujar Zeivlyn sambil menyodorkan tangannya kedepanku.

"Namaku Ryan, umur 16." Jawabku sembari bersalaman dengannya.

"Cuma Ryan aja?"

Aku memiringkan kepalaku, dan kebingungan kenapa dia malah bertanya begitu.

"Sekedar info, dulu hanya para pemberontak yang memiliki nama satu kata, kelompok itu dipimpin oleh Santino yang sudah membunuh raja Arthur dulu, dia adalah adalah manusia yang bisa membuat racun yang mematikan mengalahkan racun para penyihir." Jelas Zeivlyn.

"A-anu, namaku Ryan...." seketika aku terdiam sejenak dan melirik patung singa yang tak jauh dari situ, "Leo-Leonardo, nama panjangku Ryan Leonardo." Jawabku dengan gelisah.

"Ternyata namamu sama seperti nama pahlawan kerajaan." Lanjut Zeivlyn

Dengan sedikit terkejut, aku mendengarkan cerita Zeivlyn tentang pahlawan bernama Leonardo yang mendapat gelar Pahlawan gagal. Karena kelalaiannya, raja Arthur dapat dibunuh oleh Santino.

"Jadi kamu keturunan salah satu jendral itu." Tanyaku penasaran

"Ya. Bisa dibilang seperti itu."

"Wooowww"

"Napa ni orang?"

cukup lama kami asik bercerita, Zeivlyn mengajakku membeli perlengkapan untuk persiapan test.

Kami ketoko baju untuk membeli sepasang baju dan celana, zeivlyn memberikanku kebebasan membeli yang ku suka dan dia yang akan membayarnyan sebagai tanda pertemanan kita.

Aku hanya membeli celana kain baju hitam polos dan sebuah jaket, sebelum mengganti baju, aku memegang saku celana untuk memastikan tidak ada barang didalamnya, tapi saat aku memasukan lebih dalam.

Aku menemukan sebuah permen rasa mint yang ku beli saat di minimarket dan anehnya saat ku buka kemasannya, permen itu mengeluarkan cahaya, seperti barang langka, tanpa peduli cahaya itu, aku langsung memakannya sambil mengemut sembari memakai pakaianku.

Baju sekolah ku masukan kedalam tas yang sejak awal ku gendong. Selanjutnya Zeivlyn mengajakku pergi ke toko blacksmith/penempa, dia bertanya apa jenis classku, lagi lagi aku kebingungan, dan Zeivlyn menjelaskan ada berapa class itu.

menurut Zeivlyn class terbagi menjadi;

2 macam yaitu attack dan suport. Attack terbagi 6

(Swordmaster=pedang)

(Guardian=tameng,pedang)

(Spearmaster=tombak)

(Crusher=palu,kapak)

(Assasins=dagger, pisau)

(Martial arts=fist,gloves)

Support terbagi 5

(Soldier=senapan,pistol)

(Healer=medis,buku)

(Archer=panah)

(Witch=tongkat,sihir)

(Mage=pengendali elemen)

Karena aku menyukai senjata tombak, aku memilih tombak sebagai senjataku, setelah selesai kami bergegas pergi ke Akademi untuk mengikuti test.

Kami mendaftar untuk mengikuti test, terpaksa kami menunggu antrian yang panjang, karena banyak warga yang ingin mengikuti.

30 menit kami menunggu, giliran kami yang mengisi formulir. Menurut perkiraanku setidaknya yang mengikuti test ini sebanyak 1000 lebih.

Aku mulai merendahkan diri karena dulu aku hanya seorang murid biasa, yang tidak jago dalam hal kepintaran bahkan lari saja aku kalah dengan teman perempuanku, aku mendapatkan nomor urut 267, sedangkan Zeivlyn 266.

Sedikit demi sedikit para peserta memasuki wilayah sekolah, kami dituntun oleh sekelompok prajurit berpakaian besi dan prajurit berpakaian loreng menuju ke dalam bangunan besar seperti colosseum, tapi para warga yang berbicara dibelakangku, menyebut bangunan ini, Training base.

Didepan kami nampak sesosok pria tua berkumis dan berjenggot putih lebat yang berada di atas podium, menyambut kami dengan tersenyum, ternyata dia adalah kepala sekolah disini.

Sebelum memulai test, kami disambut dengan pertunjukan drama aksi, para pemeran melakukan gerakan yang indah seperti sedang menari, kepala sekolah memukul sebuah gong besar, dengan tenaga dalamnya sebagai tanda dimulainya test ini.

Terdengar suara roda yang berdecik diarah sepasang pintu yang besar, dan benar saja, 4 prajurit sedang membawa alat yang digunakan untuk test ini. Test pertama kami adalah menguji kekuatan.

Beberapa alat yang di bawa adalah barbel berukuran besar yang beratnya tidak diketahui, karena setiap 1 cakram barbel hanya bertuliskan 50p. Jika di cerna, kami harus mengangkat sepasang cakram barbel untuk mendapatkan 100p.

Peserta pertama tampak kewalahan dengan angkatan pertamanya, tapi dia berhasil mengatasinya dan lolos menuju test berikutnya.

Tidak sedikit orang yang gagal di test pertama, walaupun memiliki body besar tak menjamin bisa mengangkatnya, terdengar rumor semua barbel ini diberikan kekuatan memilih orang yang layak mengangkatnya.

Dibuktikan oleh peserta bernomor 127, dia adalah seorang cewe bertubuh kecil sekitar 158cm, mata biru muda yang terpancar indah dan rambut silver pendeknya membuatnya cocok jadi karakter imouto.

"Hemmm, perfect." Gumamku.

Dia bisa mengangkat barbel itu dengan mudah dan menambah sepasang lagi, sehingga mendapatkan 200p, gadis itu pergi dengan tatapan dingin seorang kuudere.

Yang paling mengejutkanku adalah ada seorang pangeran yang mengikuti test ini, sebenarnya pangeran diberi kebebasan untuk masuk ke sekolah ini

Tanpa sebuah test, usut punya si usut, pangeran ini terkenal dengan kebaikannya dan kedekatanya kepada warga, bahkan disini dia jadi idola para peserta wanita.

"Pangeran lopyu!"

"Aa.. Gabriel semangat!!"

"Cemungut ea.. aa Gabriel."

"Gak disini, atau di duniaku dulu, sifat cewe gak berubah yah." Batinku sambil menghela nafas.

Pangeran itu mendapatkan 350p, sesuai pemikiran semua, dia dapat mengangkat beban itu, dengan santainya dia memberi terima kasih ala kerajaan untuk para peserta lainnya.

dan ada lagi yang lebih heboh, yaitu Marco Julius, kata Zeivlyn dia bukan orang sembarangan, dia mendapat julukan anak emas dari raja sendiri.

Mendengar itu, aku merasakan betapa kuat aura orang itu, dengan cepat dia menyelesaikan test dengan mendapatkan point 400p, dan menjadi pemimpin sementara point.

Setelah melihat kegagalan dan keberhasilan orang lain, sebentar lagi giliranku dan Zeivlyn. Kami maju dengan 58 peserta lainnya,aku membawa tasku dan kuletakkan dibawah dan bersiap mengangkat beban.

Jantungku berdebar, semoga saja rumor itu benar, bukan yang kuat yang dicari tapi yang layaklah yang dicari, untuk menghilangkan gugup, aku berhenti dulu dan melihat aksi Zeivlyn.

angkatan 100p, Zeivlyn sanggup mengangkatnya, sampai diangkatan 200p dia berhenti, dan karena hal ini aku baru tahu ternyata Zeivlyn mempunyai penggemar sendiri, perempuan disini seperti memiliki terpisah menjadi 2 kelompok. Kelompok Zeivlyn dan Gabriel.

Dengan sedikit lega, aku mengangkat perlahan lahan, sentuhan pertama aku merasakan berat beban ini, samar samar aku merasakan sebuah kekuatan berada di barbel itu, seperti barbel itu, disisipkan mantra dari para penyihir, dengan cepat aku mengangkat dan berhasil mendapatkan 100pku.

Aku menyudahinya dan tidak melanjutkan test lagi, karena aku yakin 100p sudah cukup untuk masuk ke sekolah Top 5 dikerajaan ini.

selanjutnya aku dan zeivlyn kekantin untuk sarapan pagi, karena kami belum Sarapan dari tadi, sekali lagi aku berhutang budi ke Zeivlyn yang mentraktir ku.

"Aku terhura." Batinku

Saat memakan makananku dengan lahap, aku melihat seorang gadis yang sendirian sejak datang 5 menit yang lalu, pikiran pertamaku mengatakan kalau dia perantau.

Aku memberanikan diri dan mendekatinya, tapi anehnya Zeivlyn menghentikanku, dan menggelengkan kepalanya, aku kembali duduk dan bertanya akan perbuatannya itu.

"Kau sudah ku kasih tau tentang keturunan Santino kan? Dia lah orangnya, dia bebas berkeliaran karena dia hanyalah keturunan saja, dia tidak andil dalam tragedi jaman dulu. Tapi karena dia mewarisi kekuatan pengolahan racun dari Santino, dia dijaga sekarang tapi tidak dijaga ketat seperti dulu, karena keluargaku memberikan hak kebebasan kepadanya. Dan sekarang dia tinggal dirumahku." Cakap Zeivlyn dengan panjang lebar.

"Terus kenapa gak kamu samperin?"

"Itu kemauannya dia sendiri, agar aku tidak dijauhi teman temanku."

Mendengar ceritanya, aku terdiam dan hanya melihat gadis itu dari kejauhan, dengan tatapan kosong, melihat kemakanannya yang ada dimangkuk dengan perlahan lahan mengambil setiap makanan.

Entah kenapa dengan diriku hari ini, karena banyak kejadian yang menimpaku, membuatku sedikit tidak konsentrasi, dan sekarang aku tidak bisa melepas pandanganku kepada gadis itu. Gadis berambut ungu keturunan pemimpin pemberontak dulu, rambut ungunya mengingatkanku tentang racun yng selalu digambarkan berwarna ungu, ia juga mengenakan pakaian serba ungu tapi sangat cocok dengannya.

Test kedua dimulai, prajurit membawa beberapa alat lagi dan sekarang alat itu berbentuk Treadmill. Dari alatnya aku mengetahui test yang kedua adalah kecepatan, lariku dulu tidak sampai 30km/j. Aku langsung berpikir positif, jika berpindah kedunia lain, akuakan mendapatkan kekuata super, seperti komik dan light novel yang ku baca.

Kami menunggu giliran lagi, di test kedua ini semakin banyak yang menampakan potensi, Zeivlyn bilang test yang paling mudah adalah kecepatan, karena makhluk hidup disini, memiliki kecepatan yang luar biasa. Zeivlyn menjelaskan urutan ras yang memiliki kecepatan.

1. Elf

2. Vampir

3. Siluman

4. Iblis

5. Monster

6. Manusia

7. Gnome

Gadis kecil yang ku ceritakan sebelumnya, melakukan testnya yang kedua. Dengan santainya, dia berlari ditreadmill itu, ia mendapatkan hasil yang sangat menakjubkan 62/km. Kecepatan yang sangat gila seukuran manusia, bahkan ada pria berumur kurang lebih 22 memiliki kecepatan 82km/j, mengalahkan kecepatan anak emas 74km/j.

Sangat berpotensi, aku jadi tidak sabar melihat klasemen akhir dari test ini, pangeran hanya memiliki kecepatan 47km/j, lalu giliran aku dan Zeivlyn, dan aku baru tahu, gadis berambut ungu itu memiliki nomor yang dekat denganku.

Di test pertama aku memperhatikan gerakan Zeivlyn, namun sekarang aku, fokus melihat gadis itu, dia mulai berlari, awalnya terlihat lambat, tapi ketika dia menghembuskan nafas yang di tahannya, dia berlari sangat cepat, dan hologram diatasnya bertuliskan 60km/j. Entah kenapa aku menjadi gugup, kulihat Zeivlyn, dia mendapatkan 47km/j.

Aku berlari sembari menutup kedua mataku, aku berhasil tenang dan memelankan kaki ku, aku membuka mataku dan semangatku naik dan berlari sekuat tenaga, tapi anehnya aku tidak kelelahan, dan sangat rileks.

Aku mendapatkan 40km/j, aku sontak kaget dan bergembira dalam hati, dan test kedua aku lolos.

-bersambung☆

Belum ada komentar untuk chapter ini.

Jadi yang pertama?