Episode 17 Enchantred Part I

Pelatihan sihir yang diajarkan Canis bukanlah pelatihan sihir selayaknya diajarkan di akademi sihir. Pada dasarnya pelatihan yang diajarkan Canis merupakan jalan pintas dalam menguasai sihir. Tentu saja resiko yang diterima cukup besar.

Pada pelajaran sihir di akademi, seseorang akan mulai belajar dari tahap pengenalan sihir, kegunaan sihir dan pengetahuan tentang mana atau bisa dibilang pelajaran dasar dalam menguasai sihir adalah pengetahuan umum tentang sihir.

Setelah itu, para pelajar yang sudah lulus tahap itu akan berlanjut ke tahap pemahaman mana dan penyaluran mana. Disini lah yang akan menentukan apakah seseorang itu memiliki mana yang cukup untuk bisa belajar sihir lebih lanjut atau tidak, mungkin dapat dikatakan tahap ini adalah tahap hidup-mati untuk menjadi penyihir.

Seharusnya dalam menjalani pembelajaran untuk menjadi penyihir dapat memakan waktu 3 tahun agar bisa disebut sebagai penyihir kelas rendah, begitu seterusnya. Jadi, untuk mencapai penyihir kelas atas atau di atasnya membutuhkan waktu yang panjang.

Namun ada satu metode dimana seseorang bisa mengeluarkan potensi maksimal dalam belajar sihir. Hanya memakan waktu sebulan untuk bisa mencapai penyihir kelas rendah. Tentu saja itu adalah metode terlarang dan sudah dihapus penerapannya dari akademi sihir karena terlalu berbahaya.

Metode itulah yang saat ini diajarkan Canis kepada Lyto. Tentu saja Canis sudah mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan percaya dengan kemampuan Lyto.

Adapun metode itu adalah metode yang memusatkan pada pengendalian mana melalui pikiran seseorang. Dalam arti lain, memanipulasi pikiran seseorang dan membuat pemilik pikiran itu mengkonsentrasikan dirinya dan mengambil kembali pikirannya.

Dalam beberapa kasus, metode memanipulasi pikiran ini menjadi akhir dari seseorang. Jika orang itu tidak memiliki mental yang kuat maka metode ini bisa membuat orang itu menjadi kehilangan pikiran (gila) atau yang lebih parahnya lagi bunuh diri karena tidak dapat mengendalikan pikirannya.

Hal-hal yang dimanipulasi pun bermacam-macam, mulai dari peristiwa paling menyakitkan dalam hidup atau hal paling menakutkan dalam hidup. Jadi, tujuan metode ini adalah memfokuskan pikiran dan mengalirkan mana ke pikirannya untuk menghapus pikiran-pikiran buruk dalam kepala. Hasilnya jika seseorang bisa mengalirkan mana ke dalam pikiran, maka akan mudah dalam pengendalian mana dan mengirimkannya ke seluruh tubuh.

Dengan metode itu maka seseorang bisa mengendalikan mana sesukanya dan mentansmisikan mana dari pikiran ke dalam alat sihir seperti staf dan mengelurakan sihir sesuai mantra yang dirapalkan. Namun, kesuksesan dalam metode itu terbilang kecil sedangkan resiko yang ditimbulkannya sangat besar sehingga pembelajaran dengan metode itu dilarang oleh akademi sihir.

Dan saat ini, entah bagaimana Lyto berhasil melewati tahap pertama dari metode itu dengan mudah. Untuk orang normal membutuhkan waktu 2-3 hari untuk melewati tahap itu. Jika melewati batas itu berarti menjadi sebuah bencana seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

“Lalu, apa yang harus kulakukan selanjutnya?”

“Eh?!”

Canis hanya bisa memunculkan ekspresi terkejut diwajahnya. Dengan bingung dia mengarahkan Lyto ke tahap kedua. Tidak seberbahaya tahap pertama, tahap ini hanya membutuhkan waktu untuk melewatinya.

“Baiklah, ayo kita lakukan.”

“Jangan terlalu terburu-buru. Semua yang dilakukan karena terburu-buru hanya menyebabkan kegagalan!” Canis sedikit membentak melihat antusiasme Lyto.

“Ma-maaf.”

“Sama seperti sebelumnya, kau hanya perlu duduk bersila dan mengkonsentrasikan dirimu. Kurasa kau sudah merasa ada yang berbeda setelah melewati tahap pertama ‘kan?”

“Emm … kurasa begitu, aku merasa lebih hangat dan ada sesuatu yang aneh dalam tubuhku.”

Lyto merasa sedikit bingung dengan perubahan tiba-tiba yang dialaminya. Dengan perlahan Canis menjelaskan bahwa itu terjadi karena aliran mana telah terbuka sehingga Lyto bisa merasakan mana dalam tubuhnya.

“Jadi, apa aku sudah bisa menggunakan sihir?” Tanya Lyto dengan polos.

“Tidak semudah itu bodoh, pertama kau harus bisa mengendalikan mana dalam tubuhmu. Tahap pertama merupakan kunci untuk membuka aliran mana, setelah terbuka kau harus bisa mengendalikannya dan mengalirkannya ke seluruh tubuhmu melalui pikiranmu.”

Lyto benar-benar tidak mengerti apa yang dijelaskan oleh Canis, tentu saja untuk otak otot seperti Lyto tidak akan mengerti penjelasan yang rumit. Meskipun sedikit kesal, Canis mencoba menjelaskannya dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, meski begitu Lyto masih menunjukkan tatapan bingung.

“APA KAU TIDAK PUNYA OTAK! Lihat dan perhatikan yang kulakukan! Dengarkan kata-kata yang ku ucapkan, mengerti!”

Karena tidak sabar, Canis mencontohkan secara langsung. Canis duduk bersila kemudian menutup matanya. Dia mengucapkan kata-kata yang harus diingat oleh Lyto, setelah itu aura disekitar Canis berubah dan tubuh Canis mengeluarkan cahaya yang membuat Lyto mengeluarkan suara “Woah,” karena takjub.

Setelah itu Canis meminta Lyto seperti apa yang dilakukannya barusan. Meskipun masih tidak mengerti perkataan Canis, Lyto tetap mencobanya dan mulai berkonsentrasi.

***

3 hari kemudian

“Ahhh! Aku sangat lelah.”

“Jangan mengeluh! Butuh waktu setidaknya 1 atau 2 minggu untuk menguasai pengendalian mana dengan metode ini kau tahu!”

Canis terus menerus menceramahi Lyto yang terus-menerus mengeluh, terkadang Canis mengatakan “Jika kau ingin berhenti, maka kita akhiri saja latihan ini!” Ucapan yang memaksa Lyto terus bertahan hingga saat ini.

Sejujurnya Canis sangat terkejut melihat perkembangan Lyto. seperti yang ia katakan sebelumnya, membutuhkan setidaknya 2 minggu untuk melewati tahap ini. Tapi dari apa yang dilihat Canis, kemungkinan Lyto hanya butuh waktu paling lama seminggu untuk melewati tahap ini.

Meskipun awalnya dia sangat bingung karena tidak dapat menjelaskan kepada Lyto dengan kata-kata, tapi metode mencontohkan dan memberikan sugesti dalam pikiran Lyto ternyata lebih efektif. Dan begitu sudah lebih memahami yang dicontohkan Canis, dia sangat cepat dapat menerapkannya. Bisa dibilang seperti kekuatan mengkopi.

Lalu, cahaya yang begitu menyilaukan keluar dari tubuh Lyto sehingga dengan segera memukul kepala Lyto membuatnya mengerang dan mengelus-elus kepalanya yang sudah berkali-kali dipukul dengan staf kayu Canis.

“Sudah kubilang jangan mengalirkannya terlalu banyak atau kau akan meledak!” Canis menegaskan.

“Lalu bagaimana seharusnya? Kepalaku bisa-bisa penuh bukit jika kau terus memukulku!”

“Ingat yang kukatakan! Mana itu ibarat sebuah danau yang berada di dalam perutmu. Gunakan pikiranmu sebagai pintu air, kemudian buka perlahan secara bersamaan dan biarkan mengalir seperti sungai keseluruh tubuhmu. Tapi ingat! Alirkan dengan jumlah yang sama dan seimbang. Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jika terlalu banyak maka ibaratkan terjadi banjir dan merusak seluruh tubuhmu, jika terlalu sedikit maka tidak akan mencapai bagian ujung setiap tubuhmu dan menjadi kekeringan. Intinya gunakan pikiranmu sebagai pengatur arus mana yang keluar dan kapan harus ditutup agar tidak berlebihan.”

“Ugh … aku merasa pusing,” balas Lyto yang terlihat bingung.

Meski belum dapat mengalirkan dengan sempurna setidaknya Lyto bisa mengaplikasikan apa yang Canis minta dengan cepat, itulah yang membuat Canis terkejut karena Lyto begitu cepat menyerap pelajaran meski sulit melalui penjelasan verbal.

Lyto kembali dalam konsentrasinya, secara perlahan dia mengikuti perkataan Canis dan mulai mengalirkan mananya ke seluruh bagian tubuhnya. Aura disekitarnya kembali berubah, Canis sudah menyiapkan staf kayunya untuk memukul Lyto jika dia tidak dapat mengendalikan mananya, saat tangannya sudah siap untuk memukul tiba-tiba ia mengurungkan niatnya dan tersenyum puas.

Aura Lyto berubah dan tubuhnya mengeluarkan cahaya, tidak seperti sebelumnya dimana cahaya bersinar begitu terang dan berbahaya. Yang terjadi saat ini adalah kebalikannya, cahaya yang keluar dari tubuh Lyto sedikit redup tetapi stabil atau bisa diartikan bahwa Lyto sudah bisa mengendalikan mananya.

“Aku berhasil ‘kan? Kau lihat aku berhasil! Ha ha ha. Bersujudlah pada penyihir terkuat yang baru saja lahir!” Ujar Lyto menyombongkan diri.

BAAAM

Pukulan staf kayu dari Canis mendarat di kepala Lyto untuk yang kesekian kalinya.

“Apa yang kau lakukan nenek tua! Aku berhasil mengendalikan mana tapi kau tetap memukulku!”

“Itu karena kau sombong, bodoh!” Canis mendengus seraya meninggalkan Lyto.

“Kau mau kemana?”

“Pulang, latihan hari ini selesai!”

“Eh? Tapi ini masih siang?”

Canis tidak menjawab Lyto dan meninggalkannya sendiri. Lyto tidak mengerti kenapa Canis tiba-tiba marah dan menghentikan latihan. Padahal biasanya mereka pulang ketika menjelang tengah malam. Hal yang Lyto tidak pahami adalah dia sudah berhasil mengendalikan mana dan mananya sudah cukup terkuras sehingga Canis menghentikan latihan. Namun mengetahui sifat Lyto yang keras kepala membuat Canis lebih memilih meninggalkannya dan segera pulang.

***

Keesokan harinya.

“Apa yang kau bawa?” Tanya Lyto.

“Ah, ini staf kecil, kau bisa mengalirkan mana pada tongkat ini dan mengeluarkan sihir dengan kekuatan kecil.” Balas Canis sambil menunjukkan staf kayu berukuran kecil.

“Begitu, seperti tongkat kayu yang bisa mengeluarkan api milikmu.”

“Ya bisa dikatakan seperti itu, pada dasarnya kau bisa mengalirkan mana dan mengeluarkan sihir melalui benda apapun sebagai perantara seperti batu atau semacamnya. Tapi kebanyakan penyihir menggunakan kayu karena bisa digunakan sebagai perisai dan alat pemukul ketika menghadapi lawan yang mengandalkan kemampuan fisik.”

Setelah sedikit menjelaskan tentang kegunaan staf. Canis menjelaskan tahap terakhir yaitu untuk mengetahui elemen dasar sihir Lyto. setiap orang memiliki sihir dasar seperti api,air,angin,tanah,petir. Ada juga sihir dasar cahaya dan kegelapan tapi sangat langka dan dikatakan hanya dimiliki setiap 1 dari 1.000.000 orang. Tapi karena penduduk negara ini saja tidak mencapai 1 juta membuat pemilik sihir itu hampir pasti tidak ada. Kemudian ada juga skill pasif seperti [Absorb] yang pernah digunakan Canis.

Meski seseorang memiliki satu sihir dasar, tetapi mereka dapat menguasai sihir jenis lain jika sudah menguasai sihir dasar. Sebagai contoh jika seorang penyihir memiliki elemen dasar api, ketika dia sudah berada di tingkat penyihir atas dan menguasai sihir api, maka dia dapat menguasai elemen lain seperti angin, air dan sebagainya. Tidak ada batasan dalam penguasaan sihir, hanya saja seberapa berbakat orang itu dalam menguasai semua jenis sihir. Sedangkan penguasaan sihir pasif bisa dipelajari bersamaan dengan saat mempelajari skill dasar.

“Lalu bagaimana kita bisa mengetahui elemen dasar milikku?”

“Ini, gunakan batu ini kemudian suntikkan sedikit mana kedalamnya.”

Canis memberikan sebuah batu sebesar kepalan tangan bayi berwarna biru dengan lingkaran-lingkaran kecil membentuk pola seperti sidik jari. Lyto menerima batu itu dan menyuntikkan sedikit mananya kedalam batu itu, kemudian batu itu bercahaya dan berubah warna menjadi ungu tua.

Lyto sangat bingung dengan perubahan warna itu, tentu saja dia tidak mengetahui apakah hasilnya bagus atau tidak, tapi melihat ekspresi Canis yang seperti biasanya membuat Lyto setidaknya lebih tenang.

“Jadi, elemen apa yang kumiliki?” Tanya Lyto antusias.

“Petir, sedikit mengejutkan memang karena pemilik elemen dasar petir cukup jarang. Tapi aku sudah menduganya.”

Setelah mengetahui elemen dasar Lyto menggunakan batu yang disebut soulstone, Canis memberikan staf kayu kecil beserta catatan bertuliskan mantra-mantra sihir kelas rendah berelemen petir.

“… Ini?”

“Kau harus merapalkan mantra untuk mengeluarkan sihir.”

“EHHH! Itu sulit ‘kan?”

“Tidak, kau cukup mengalirkan mana ke staf kayu ini kemudian rapalkan mantra sihir dan ‘BOOM’ sihir keluar menuju sasaran.”

Perkataan Canis tentu saja tidak akan berarti apa-apa karena Lyto jelas tidak akan bisa menghapalkan semua mantra-mantra itu. Untuk otak otot seperti Lyto, daripada menghafalkan mantra lebih baik dia berlatih pedang.

“Tunggu, tunggu, aku jelas tidak bisa menghafalkan semua kata-kata tidak karuan ini, kau tahu?”

“Jangan merengek dan cepat hafalkan! Saat kau menjadi penyihir kelas atas, kau hanya perlu menggunakan kata kunci tanpa mengucapkan banyak kata untuk mengeluarkan mantra kelas rendah. Lagipula mantra kelas rendah hanya satu baris dan kau bilang tidak bisa menghafalnya, latihanmu selama ini hanya akan sia-sia, kau tahu?”

“Lalu bagaimana? Apa tidak ada cara lain?” Tanya Lyto memelas.

“Ada, tapi aku tidak tahu apa kau bisa melakukannya atau tidak. Semuanya bergantung pada kemampuan fisikmu.”

“Aku bisa, tidak, Aku pasti bisa.Tolong beritahu aku.” Ucap Lyto penuh keyakinan.

Melihat keyakinan yang ditunjukkan Lyto membuat Canis menjadi luluh dan mengatakan pada Lyto sebuah teknik sihir yang sudah lama tidak digunakan karena berbahaya.

“Teknik ini berbahaya aku tidak yakin kau bisa menggunakannya.”

“Apa itu?”

“Teknik Sihir ini dikenal … [Enchantred].” Canis menjawab dengan penuh keraguan.

Belum ada komentar untuk chapter ini.

Jadi yang pertama?