Episode 19 Kemunculan Penyihir Hitam

Belum lepas dari ingatan tentang serangan teror dari penyihir berjubah yang meneror kota beberapa waktu lalu. Kini, sebuah serangan frontal datang dari sebuah pasukan penyihir serba hitam dan mulai menyerang kota dari segala arah.

Saat ini pasukan penyihir kota bersiaga mengelilingi kota bersiap untuk menahan serangan berikutnya. Serangan pertama yang dilancarkan oleh para penyihir hitam beberapa saat lalu hanyalah salam pembuka dari mereka.

Serangan sesungguhnya baru akan dimulai saat pasukan yang berada di kapal sudah memasuki wilayah pulau dan menghancurkan pelindung sihir yang melindungi kota dari serangan.

Serangan pertama yang dilancarkan oleh para penyihir hitam itu hanya mengaktifkan alarm kota tanpa merusak pelindung sihir sedikitpun.

Setelah semua penyihir berkumpul dan dibagi ke beberapa tim, mereka dikirim ke wilayah yang akan menjadi titik pertempuran. Sialnya, ketika kota sedang dalam kondisi kritis seperti ini, para penyihir tingkat atas kebanyakan sedang berada di pulau lain sehingga kota hanya diisi kelompok penyihir tingkat rendah dan menengah.

Kondisi ini jelas sangat tidak diuntungkan bagi penyihir yang melindungi kota, terlebih pasukan penyihir hitam yang datang menyerbu berjumlah lebih dari 10.000 orang dan tersebar mengelilingi kota.

Meskipun kebanyakan penyihir hitam juga penyihir tingkat bawah, tetapi ada lebih dari 100 penyihir tingkat atas dan 1 penyihir tingkat master yang memimpin penyerangan dari kapal.

Usai mengonfirmasi peta kekuatan lawan, para penyihir yang berada di kota terlihat sudah pasrah dan hanya menunggu keajaiban. Jumlah penyihir kota yang ada saat ini memang mencapai 25.000 orang, tapi kebanyakan mereka adalah penyihir tingkat rendah.

Bagi penyihir tingkat atas, 100 penyihir tingkat rendah hanyalah seekor nyamuk yang hinggap, cukup sekali pukul untuk meremukkan mereka.

Anehnya, serangan seperti ini selalu datang disaat para penyihir tingkat atas sedang meninggalkan kota. Ratusan penyihir yang berkumpul di pelabuhan kota memunculkan ekspresi tegang.

Hanya butuh kurang dari satu jam sampai pelindung sihir hancur dan para penyerang dari laut tiba di pelabuhan. Di tempat lain, para penyihir hitam yang berada di sisi barat dan selatan terlihat sudah siap untuk menyerang.

Pemandangan yang mengerikan terlihat di kota kebebasan Milenidad saat ini, ketika harus dikepung oleh penyihir hitam yang entah dari mana datangnya. Beruntungnya pelindung sihir itu masih mampu menahan serangan dari penyihir hitam sehingga memberikan waktu bagi para penduduk untuk segera mengungsi ke ruang bawah tanah yang pada penyerangan sebelumnya juga pernah digunakan.

“Sangat disayangkan kota ini harus hancur,” ujar penyihir muda berambut cokelat.

“Jangan menyerah dengan begitu mudahnya anak muda. Meski aku harus mati, aku tak akan membiarkan siapapun merusak kota ini.” Penyihir tua berjenggot putih membalas ucapan pasrah dari penyihir muda itu.

“….”

“Tak akan ada yang dapat melewati garis ini dan masuk ke kota!” Ujar lelaki berambut hitam berantakan.

“Kau sangat bersemangat anak muda.”

“Heheh. Aku sangat menyukai kota ini paman, aku akan melindunginya bersamamu!”

“Benar-benar enak menjadi muda, selalu penuh semangat berapi-api.”

Penyihir tua itu menatap Lyto seraya tersenyum getir mengingat kata-kata ini bisa saja menjadi kata-kata terakhirnya.

Lyto bergabung dengan pasukan penyihir kota setelah mendengar sebuah ledakan dari arah pelabuhan saat ia sedang membeli makan di kedai makanan dekat pelabuhan.

Kini dia berada di garis terdepan sebagai tembok pertama sebelum para penyihir hitam memasuki kota dari arah laut. Pelindung sihir yang melindungi kota mulai retak dan hanya beberapa menit lagi hingga benar-benar hancur. Pada saat itu, tak ada yang perlu dipikirkan selain mengalahkan sebanyak-banyaknya musuh yang datang.

DUARRR

Terdengar ledakan besar dari arah barat, pertarungan di arah barat sepertinya telah dimulai. Ledakan terjadi akibat pelindung sihir yang hancur terkena terjangan sihir api tingkat atas.

Seketika teriakan-teriakan mulai terdengar pertanda pertarungan sudah dimulai. Jual-beli serangan dilancarkan dari kedua sisi. Sejak penyerangan dimulai, pihak lawan tampaknya sedikit meremehkan kekuatan penyihir kota.

Satu per satu penyihir hitam terkena hantaman [Fire Arrow]. Meski itu sihir tingkat rendah, tetapi daya hantamnya salah satu yang terkuat. Melihat pihak penyihir kota mendapatkan momentum untuk menyerang, penyihir hitam mulai memulai rapalan bersama dan melepaskan sihir api [Fire Arrow] dan meledakkan beberapa titik dan menjatuhkan penyihir kota.

Melihat dampak yang dihasilkan dari [Fire Arrow] cukup besar, penyihir elemen tanah dari penyihir kota berkumpul dan merapalkan sihir tingkat rendah [Earth Wall], seketika menciptakan sebuah dinding raksasa yang memisahkan penyihir hitam dengan penyihir kota.

[Earth Wall] memang tidak cukup kuat, tetapi mampu untuk menahan serangan dari [Fire Arrow] yang terus menerus dilepaskan oleh penyihir hitam.

“Minggir!”

Salah seorang dari penyihir hitam berteriak dan membuat penyiihir yang sejak tadi melakukan serangan berhenti menyerang. Tatapan para penyihir hitam terlihat takut dan segera memberi jalan kepada orang yang baru saja berteriak.

Sepertinya orang ini cukup terpandang di antara para penyihir hitam, kemungkinan dia adalah salah satu pemimpin dari penyiihir hitam.

orang dengan rambut panjang dengan kulit seputih salju itu berjalan ke barisan terdepan kemudian berkata, “Dasar sampah tak berguna! Kalian tidak dapat menghancurkan sihir rendahan seperti itu! Minggir!”

ketakutan menyelimuti para penyihir hitam, meskipun orang itu adalah seorang wanita dengan tubuh yang aduhai, tetapi aura membunuh yang dikeluarkannya sangat menakutkan. Tak ada yang membantah perkataannya, mungkin akan dihancurkan dalam sekali lirik jika ada yang berani menantangnya.

Wanita itu memakai topeng dan jubah hitam, dia mulai merapalkan sihirnya dan seketika sihir [Earth Wall] dibatalkan.

Para penyihir kota tercengang melihat apa yang baru saja terjadi. Apa yang terjadi? Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa ada kemampuan membatalkan sihir? Ini … tidak mungkin.

Para penyihir kota dilanda kepanikan dan tubuh mereka dipenuhi keringat dingin. Beberapa orang kembali melancarkan [Fire Arrow], tetapi kembali dibatalkan begitu mendekati pasukan penyihir hitam.

“Ini … mustahil.”

Seseorang bergumam lemah dengan tubuhnya gemetar hebat. Selama hidupnya, dia belum pernah melihat seseorang yang dapat membatalkan sihir. Itu benar-benar tidak adil.

“Jangan takut hanya karena kemampuan uniknya! Ingat kita berjuang untuk melindungi kota ini, kita tak akan kalah dari penjahat seperti mereka!” Teriakan seseorang yang memimpin penyihir kota membakar semangat para pasukan.

“Ya, itu benar!”

“Lindungi kota dengan nyawamu!”

“AYO!”

Teriakan-teriakan semangat kembali bergema di pihak penyihir kota. Di sisi lain, para penyihir hitam sedikit kebingungan karena seharusnya sihir [Reverse] dari pemimpin mereka mampu meruntuhkan mental penyihir kota.

Namun, yang terjadi justru sebaliknya, para penyihir kota kembali penuh semangat dan tak terlihat takut sedikitpun.

Melihat kegigihan dari penyihir kota, pemimpin wanita dari penyihir hitam berbalik badan dan kembali ke belakang. Kemudian dia menyuruh anak buahnya untuk terus melanjutkan penyerangannya.

Entah apa yang dipikirkan wanita itu, tetapi saat ini tak ada yang membatalkan serangan lagi, keadaan kembali menjadi imbang dan jual-beli serangan kembali terjadi.

***

Di pelabuhan.

Setelah pertarungan dimulai di sisi selatan dan barat. Para penyihir yang berada di pelabuhan pun memulai pertarungan melawan penyihir hitam yang datang dari timur memalui jalur laut.

Sebanyak 4 buah kapal dengan jumlah sekitar 6.000 orang bersiap untuk menuju pelabuhan. Tak ada tembok yang melindungi para penyihir kota karena pelabuhan adalah tempat keluar masuknya kapal sehingga wilayah pelabuhan merupakan wilayah yang cukup luas dan langsung berhadapan dengan laut.

Jika terjadi penyerangan seperti ini, ketika pelindung sihir hancur maka tidak ada yang dapat melindungi pelabuhan. Karena itu, jika pelabuhan hancur lebih dulu maka hampir pasti kota akan dikuasai lawan.

Pelabuhan dibiarkan terbuka luas karena sebelumnya wilayah ini adalah wilayah bebas yang damai. Tak terpikirkan hal semacam ini akan terjadi. Sepertinya orang yang mendesain kota ini terlalu optimis.

Serangan dari laut dimulai. Sebuah bola api besar ditembakkan dari 4 buah kapal penyihir hitam, sihir elemen api tingkat menengah [Fire Ball], bola api berdiameter 1ren menuju langsung ke pelabuhan.

[Water Wall]

Beberapa orang merapalkan mantra dan menciptakan tembok air yang cukup tinggi dan menguapkan bola api yang datang. Benar, meskipun wilayah ini sangat terbuka, tetapi sangat menguntungkan bagi penyihir berelemen air karena memiliki pasokan air yang tak terbatas.

[Ice Waterfall]

Puluhan orang secara bersamaan merapalkan sihir air lainnya, air dari laut di angkat kelangit dan membentuk pecahan-pecahan es tajam yang berjumlah ribuan dan terbang dengan kecepatan tinggi mengantam kapal para penyihir hitam.

Tak ada suara yang dikeluarkan oleh para penyihir kota. Mereka cukup dikejutkan dengan pertahanan yang diciptakan oleh para penyihir hitam. Serangan sihir yang cukup cepat dan kuat seperti tak memberikan dampak apapun. Ke empat kapal penyihir hitam masih kokoh di hadapan mereka.

“It-itu … [Water Barier].”

Belum ada komentar untuk chapter ini.

Jadi yang pertama?