Episode 20 Lightning Tree

“It-itu … [Water Barier].”

Semua orang terpaku mendengar perkataan salah seorang penyihir di garis depan.

“Apa maksudnya itu? Bagaimana mungkin sihir tingkat atas dirapalkan begitu cepat?”

“Waktu rapalan akan dipersingkat jika pengaktifan sihir dilakukan secara bersama, [Water Barier] adalah pertahanan mutlak, tak akan ada yang bisa menembusnya bahkan untuk penyihir tingkat atas pun akan kesulitan.”

Mendengar kata-kata yang sulit untuk dipercaya oleh para penyihir kota, Lyto melihat ke arah kapal milik penyihir hitam yang masih terselubungi air.

Sebuah sihir yang hanya dapat digunakan untuk bertahan, selama mereka masih mengaktifkan sihir itu maka tak akan ada orang yang dapat menembusnya, tetapi di sisi lain, mereka juga tidak dapat melakukan serangan.

Para penyihir kota kembali mengatur strategi menghadapi [Water Barier]. Meskipun para penyihir hitam tidak dapat menyerang, tetapi mereka tetap dapat bergerak dan mendekatkan jarak dengan pelabuhan.

“Kenapa mereka tetap bergerak?” Tanya Lyto yang kebingungan.

“Karena mereka berada di atas air. Sihir itu memobilisasi air disekitarnya sehingga mereka tetap bisa bergerak.”

“Bukankah itu gawat?”

“Ya. Tapi kita tak bisa melakukan apapun.”

Mendengar jawaban dari penyihir di sebelahnya. Lyto mendekat ke laut dan mencelupkan bagian ujung longswordnya ke dalam air, kemudian dia meminta agar semua orang menjauh dari tepi laut.

Benar, elemen dasar Lyto adalah petir. Secara hukum dasar sihir, elemen petir unggul dari elemen air. Ini kesempatan yang patut dicoba. Beberapa penyihir di sini mungkin dapat mengaktifkan sihir elemen petir, tetapi sihir tingkat rendah tak akan berguna menghadapi sihir tingkat atas.

Meskipun kemampuan sihir Lyto setara dengan penyihir tingkat rendah, tapi kemampuan teknik [Enchantred]-nya memiliki kekuatan setara dengan penyihir tingkat menengah. Jadi, tak ada salahnya untuk mencoba.

Setelah mengkonsentrasikan aliran mananya, Lyto mengaktifkan [Phase One], seketika kilatan petir menyelimuti seluruh bagian pedangnya. Seluruh orang yang berada di pelabuhan itu dibuat heran olehnya.

[Lightning Tree]

Kilatan petir menyebar dan merambat terus membentuk cabang-cabang dan terus mendekat ke arah kapal para penyihir hitam. Lalu ….

DUARRR

Sebuah ledakan terdengar, meledakkan laut dan menyemburkan air ke udara. Kabut muncul di sekitar ledakan dan membuat kapal-kapal itu menjadi tak terlihat jelas.

“Apakah berhasil?” Salah seorang penyihir kota berbisik.

“Mung-”

Belum selesai menjawab pertanyaan penyihir di sebelahnya. Mulut penyihir tua itu terkunci melihat hal yang luar biasa. 2 dari 4 [Water Barier] telah hancur dalam sekali serang. Meski begitu, serangan tak menimbulkan damage yang merusak kapal.

Lyto masih berdiri membelakangi semua orang dengan longsword putih yang ujungnya masih berada di dalam laut.

Lyto terengah-engah setelah melepaskan sebuah serangan. Sebuah skill baru yang ia temukan beberapa waktu yang lalu tak disangka dapat menimbulkan damage yang begitu besar ketika berada di air.

“WOAAHHH!!!”

Lyto tiba-tiba berteriak membuat semua orang di belakangnya terlihat panik. Seseorang segera menghampirinya, tetapi bingung melihat tampang Lyto yang matanya berbinar cerah.

“A-apa yang terjadi?” Tanya orang yang menghampiri Lyto.

“Kau lihat itu? Kau lihat ‘kan? Itu luar biasa!”

Penyihir di sebelahnya hanya dapat menggaruk kepalanya melihat tingkah Lyto yang sebelumnya membuat cemas semua orang .

Lyto kembali mentransmisikan mana dan bersiap untuk membuat serangan selanjutnya. Namun, pihak lawan bergerak cepat dan dengan segera menembakkan [Water Bullet] dan meluncur kencang menuju penyihir yang berkumpul di pelabuhan.

Dengan cepat para penyihir lain menciptakan [Water Wall] untuk menahan serangan peluru air yang begitu deras. Sayangnya, beberapa peluru air menembus pertahanan dan mengenai beberapa penyihir yang langsung tersungkur bersimbah darah.

[Water Bullet] merupakan sihir tingkat rendah dengan kecepatan tinggi yang dapat melubangi pohon jika seseorang mengincarnya dari jarak dekat.

Lyto segera tiarap setelah serangan [Water Bullet] dilepaskan, kemudan dia segera bangkit dan memasukkan ujung pedangnya kembali ke dalam laut. Sekali lagi [Lightning Tree] dilepaskan.

Dampak yang dihasilkan sama besar dengan serangan sebelumnya. Kini semua [Water Barier] telah menghilang, tapi serangan Lyto tak berdampak sama sekali terhadap kapal penyihir hitam.

Seperti yang diduga, serangan itu fatal jika dihubungkan atau terkena dengan air, tetapi jika serangannya mengarah kepada objek selain air, tidak akan berdampak buruk.

Sebelumnya Lyto berhasil menciptakan 2 skill sihir dari teknik [Enchantred]. Yang pertama adalah [Lightning Tree] yang baru saja digunakan, skill itu sebenarnya tercipta setelah memandang pohon-pohon di hutan iblis. Lyto membuat longswordnya sebagai batang pohon dan menciptakan cabang-cabang yang tumbuh dari elemen petir sehingga serangan ini bisa menciptakan cabang petir yang dapat menyerang beberapa orang dengan jarak maksimal 3ren.

Namun, ketika skill itu digunakan di air, skill itu dapat melebarkan cabang hingga 300ren. Hal itulah yang membuat Lyto berteriak kaget. Sedangkan skill keduanya masih belum sempurna digunakan dan belum diberikan nama.

Tanpa pertahanan, kapal-kapal penyihir hitam mulai di bombardir serangan sihir penyihir kota. beberapa serangan mampu menembus dan merusak beberapa bagian kapal, tapi kebanyakan serangan dapat dimentahkan dan di netralisir sebelum mencapai kapal.

Pihak penyihir hitam pun tak mau ketinggalan dan segera melepaskan puluhan bola api yang menghantam pelabuhan. Tak sempat membuat dinding air, serangan dari penyihir hitam dengan mudah menembus barisan pertahanan penyihir kota.

Jarak yang semakin mendekati pelabuhan, para penyihir kota mundur ke titik pertahanan kedua, terus menyerang selagi menunggu penyihir hitam mencapai daratan.

“Bersiap untuk pertempuran langsung!” Teriak salah seorang penyihir di garis pertahanan kota.

Hanya berselang beberapa menit, seluruh kapal sudah tiba di pelabuhan dan menurunkan seluruh penyihir hitam yang melompat dari kapal satu per satu. Tatapannya garang seperti serigala sedang mengincar mangsanya.

Pertempuran di pelabuhan pun pecah.

Lyto segera mengambil inisiatif serangan dan menerobos melewati beberapa penyihir kota dan dengan cepat berada di hadapan ribuan penyihir hitam.

“Lindungi Bocah itu! Jangan biarkan seorang pun menyentuhnya!” Seru salah seorang penyihir tua.

Lyto terus melaju, longswordnya sudah di genggam erat di tangan kanannya. Kecepatan yang di luar nalar manusia, hanya butuh beberapa detik hingga Lyto berada di hadapan lawannya.

“[Phase One … Release]”

Pedang Lyto berubah di selimuti sihir. Penyihir hitam dikagetkan dengan kecepatan Lyto dan membuyarkan rapalannya, dengan cepat Lyto membenturkan pedang petirnya ke tanah dan menimbulkan ledakan.

Lebih dari 10 penyihir hitam terbang dibuatnya. Para penyihir hitam lainnya terdiam kaku melihatnya. Tak hanya penyihir hitam, bahkan penyihir kota pun hanya dapat melongo dengan mulut terbuka lebar.

“Apa yang kalian tunggu. Serang!”

Teriakan salah seorang penyihir kota menyadarkan semua orang dan memulai serangan langsung ke penyihir hitam.

Lyto bergerak dengan lincah berlarian kesana-kemari dan menghantamkan pedangnya berkali-kali yang membuat beberapa penyihir hitam berjatuhan dalam satu kali serang. Tak ada yang boleh menyelesaikan rapalan mantra, itulah niat Lyto menyerang dengan kecepatan.

Ketika para penyihir hitam panik dengan serangan jarak dekat, maka mereka tak akan bisa merapalkan sihir untuk menyerang. Sebaliknya, mereka hanya bisa menahan serangan Lyto yang membabi buta.

Namun, sekuat apapun serangan Lyto, sudah pasti tak akan mampu mengalahkan semua pasukan penyihir hitam. Karena itu, pasukan penyihir kota dengan cepat membantu Lyto dari belakang membuat pasukan penyihir hitam kehilangan formasinya.

[Water Bullet] [Fire Arrow] [Wind Slash]

Sihir berbagai elemen berterbangan menuju kedua belah pihak, tetapi kebanyakan sihir-sihir itu meledak di udara karena saling berbenturan sebelum mencapai target. Ledakan-ledakan yang menciptakan dentuman keras dan kabut serta tetesan-tetesan air.

Semenjak pertarungan di mulai, sudah ada sekitar 2.000 penyihir yang tumbang. Namun, meskipun serangan intens dikerahkan, tak ada yang tewas dari kedua belah pihak. Kebanyakan dari mereka hanya terluka parah dan belum ada yang meninggal dunia.

Pertempuran ini sedikit aneh, meskipun pihak lawan lebih superior tapi mereka tak dapat membunuh satu pun penyihir kota. sebaliknya, serangan habis-habisan penyihir kota tak mampu menewaskan seorang pun dari pasukan penyihir hitam.

“Bawa kembali orang yang terluka! Yang lainnya tetap pertahankan posisi kalian!”

Orang yang memimpin pasukan penyihir kota adalah penyihir tua dengan kumis tebal yang sudah memutih.

Pertarungan terus berlanjut bahkan sudah hampir 2 jam sejak penyihir hitam mencapai pelabuhan. Tak ada tanda-tanda penyihir hitam akan mundur. Sebaliknya, para penyihir kota sudah benar-benar kehabisan mana meski sudah berkali-kali meminum potion pengisi mana.

Hanya menunggu waktu hingga penyihir kota kehabisan mana dan menyerah. Penyihir hitam masih menyisakan sekitar 1.500 penyihir yang masih bertarung, sedangkan di pihak penyihir kota masih ada 2.500 orang termasuk Lyto dari total 15.000 yang bertarung di pelabuhan.

Lyto masih bergerak sangat cepat walaupun sudah hampir dua jam terus-menerus berlari dan menyerang. Kekuatan fisiknya seperti monster, setelah mampu menguasai teknik [Enchantred] sepenuhnya, kemampuan fisik Lyto meningkat 3 kali lipat dari sebelumnya.

Hal itulah yang membuat Lyto sanggup bertarung tanpa berhenti selama seharian penuh. Konsumsi mananya pun terbilang stabil, ketika ia menggunakan mana dengan [Phase One] sejumlah mana akan di pasok ke pedangnya, di saat yang sama, mana dari tubuhnya kembali terisi sedikit demi sedikit walaupun dia selalu bergerak.

Canis pun takjub melihat kemampuan luar biasa ini. Sayangnya sekuat apapun dia bertahan, dia tak akan mengalahkan ribuan penyihir sekaligus, bahkan dengan kemampuannya sekarang, tidak akan berdampak apapun terhadap penyihir tingkat atas.

Ketika Lyto berhenti sejenak untuk menghela nafas, sebuah serangan dengan cepat menuju arahnya. Itu adalah [Wind Slash], serangan yang dulu membuatnya hampir kehilangan nyawa. Tapi saat ini sudah berbeda, dengan sigap Lyto menarik pedangnya dan membenturkan ke arah datangnya serangan dan membelah sihir angin itu hingga tak berdampak apapun.

“Tampaknya ada sesuatu yang menarik di sini.”

Sebuah suara bergema di langit Pelabuhan Milenidad. Suara dari seseorang yang baru saja melepaskan sihir tingkat rendah ke arah Lyto. Pertempuran terhenti seketika. Para penyihir hitam memberi jalan kepada orang itu. Di sisi lain, penyihir kota tak dapat bergerak satu langkah pun karena tekanan aura yang kuat dari orang yang berjalan menuju garis depan.

“D-dia … bukankah dia Gayle?”

Ucapan salah seorang penyihir kota membuat para penyihir lainnya menelan ludah.

“Woy Paman Kurus! Kau tak tahu diri! Menyerang orang yang sedang istirahat bukankah itu tidak adil!” Seru Lyto.

“Hwahwahwa … Sudah kuduga kau memang menarik, bocah.” Balas laki-laki bertubuh kurus itu.

“Memangnya dalam perang saat kami ingin menyerang, kami harus memberitahumu dulu.”

“Hahaha…. Lagipula mana ada orang yang beristirahat di tengah pertempuran!”

Cemoohan dari penyihir hitam kepada Lyto yang begitu polosnya mengatakan kata-kata bodoh dalam pertarungan menimbulkan tawa keras dari pasukan penyihir hitam.

“Hey! Kalian diamlah! Dan kenapa kalian ikut tertawa? Bukankah kalian temanku?”

Lyto membalas cemoohan dari penyihir hitam dan melihat beberapa penyihir kota juga mencoba menahan tawanya membuat Lyto juga mengarahkan kemarahannya kepada para penyihir kota.

“Hwahwahwa … Namaku Gayle, bergabunglah dengan kami.” Gayle memberikan penawaran kepada Lyto yang mengagetkan seisi medan perang.

“Jangan harap!”

Lyto menerjang ke arah Gayle dengan kecepatan luar biasa.

[Lightning Tree]

Lyto mengaktifkan skillnya, tebasan pedangnya mengenai beberapa penyihir hitam yang mencoba menghalanginya. Ketika Lyto berada di hadapan Gayle, dia melompat dengan skill [Lighting Tree] menyelimuti pedangnya yang menebas cepat ke arah Gayle.

Lalu ….

“Gwaahhh.”

Hanya dalam sepersekian detik, Lyto meluncur deras sejauh 100ren sebelum menabrak dinding dan terjatuh bersamaaan dengan reruntuhan dinding.       

Belum ada komentar untuk chapter ini.

Jadi yang pertama?