Arc 1 Ch 11 - Inaugurasi

"Jadi, apa yang diinginkan oleh agen Schneider dariku?"

Aku mengajukan pertanyaanku pada orang yang muncul di sampingku ini. Rambut coklat dengan potongan pendek, mata juga coklat, pakaian bangsawan normal. Fitur rambut dan matanya cukup generik sepertiku dan orang-orang lainnya. Tapi aku bisa melihat sedikit warna gelap di mata dan rambutnya. Tampaknya warna mata dan rambutnya yang asli adalah hitam. Tentu saja, rambut dan mata hitam yang elit akan mencolok perhatian, dan hal itu adalah hal terakhir yang akan diinginkan oleh seorang mata-mata.

"Sejak kapan kau mengetahui kalau aku mengikutimu?"

Laki-laki itu tidak berusaha menutupinya lagi kalau dia adalah agen Schneider. Tampaknya dia sadar kalau dia berusaha mengelak, usahanya akan sia-sia.

"Sejak aku memasuki ruangan pesta," aku menjawabnya. "Aku juga sadar kalau ada dua orang lagi dan satu pelayan, yang mengisi minuman sarasvaku, adalah agen juga. Sebelum kau bertanya bagaimana, biar aku menjawabnya."

Aku menebak jalan pikirannya dan memberikan jawabanku.

"Dari semua orang yang bertukar pandangan denganku, hanya kalian yang tidak memiliki pandangan dingin, merendahkan, atau pandangan kagum. Pandangan kalian biasa saja. Tidak, mungkin lebih tepatnya pandangan kalian adalah pandangan pengamat. Tidak terlihat adanya emosi atau apapun yang mengaburkan penilaian kalian, obyektif."

"Tampaknya kami terlalu meremehkanmu," laki-laki itu merespon jawabanku. "Baiklah, biar aku jawab pertanyaanmu. Kami, agen schneider, mendapatkan perintah untuk mengamatimu karena kau menang dengan HP tak berkurang sedikitpun."

"Apakah itu terlalu aneh?"

Laki-laki itu menggeleng. "Sebenarnya tidak juga. Banyak agen schneider atau orang di pasar gelap yang mampu melakukannya. Tapi kami, agen Schneider, memastikan orang-orang tersebut tidak menjadi Regal Knight karena—"

"Tujuan Regal Knight hanyalah sebagai hiburan untuk battle royale dan publisitas. Orang-orang yang lebih hebat dari itu dipastikan tidak muncul ke permukaan untuk mencegah kepanikan. Itu jugalah alasan kenapa Tuan Putri Emir tidak diperbolehkan berpartisipasi. Karena dia terlalu kuat. Apa itu benar?"

"Ya, benar."

Hmm, itu menjelaskan kenapa peserta di battle royale ini begitu lemah.

"Namun kami melakukan satu kesalahan. Kami tidak mengetahui keberadaanmu dan kekuatanmu sebelum battle royale ini. Yang kami ketahui adalah, kau hanyalah penjual barang antik yang aktif baik secara legal maupun ilegal."

Yah, tentu saja mereka tidak akan mengetahui namaku. Aku sudah bekerja keras selama dua tahun lebih selama masa SMA agar namaku tidak muncul ke permukaan. Battle Royale ini adalah pertama kalinya namaku keluar ke permukaan.

"Lalu, apa yang membuatmu muncul ke permukaan kali ini?"

Laki-laki itu bertanya padaku. Sebenarnya alasannya sederhana. Aku merasa bersalah karena membuat Emir mengompol kemarin malam dan berpartisipasi dalam battle royale ini adalah caraku meminta maaf. Itu adalah niat utamaku, tapi tentu saja aku tidak mengatakannya pada Emir. Syarat yang aku ajukan pada Emir hanyalah kedok. Dan aku juga tidak bisa mengatakannya pada agen ini.

"Aku tidak bisa mengatakannya. Ini berhubungan dengan citra Tuan Putri Emir secara langsung."

"Hmm, begitu ya, apa itu berarti kau adalah orang luar yang dibilang oleh Tuan Putri Emir ikut berperan dalam mengelak serangan Aryhace?"

Hmm, ternyata agen Scneider tahu tentang serangan semalam. Ini menjawab kenapa Emir sempat percaya kalau aku adalah agen Schneider. Saat itu, agen Schneider pasti dalam perjalanan untuk membantunya. Normal saja sih kalau keluarga kerajaan dijaga oleh agen Schneider.

"Benar," aku menjawab pertanyaannya singkat.

Setelah mendengar jawabanku, laki-laki itu menyeringai, dia memunculkan sebuah senyum di wajahnya. Senyumnya tidak memiliki ancaman di dalamnya, tapi lebih kepada sebuah senyuman lega. Meski sebelumnya dia menanyaiku tanpa emosi, kali ini aku bisa merasakan emosi dan perasaan dari senyumnya.

"Kalau begitu, cukup sampai sini dulu. Akan ada orang lain yang akan mendatangimu di kemudian hari."

Laki-laki itu berbalik dan berjalan. Sebelum dia terlalu jauh, aku menghentikannya sejenak dengan sebuah pertanyaan.

"Tunggu dulu, bagaimana aku tahu kalau yang datang adalah salah satu dari kalian dan bukan mata-mata dari kerajaan lain?"

"Jangan khawatir, Tuan Putri Emir akan mampu mengatakannya."

Tidak aku meragukannya. Bahkan Emir sempat menduga kalau aku adalah agen Schneider. Dan lagi, kenapa dia mengatakan hal itu? Aku tidak selalu bersama Emir tahu. Bahkan bisa dibilang sangat jarang momen ketika aku bersama dengannya. Tapi, belum aku sempat mengatakan semu itu, laki-laki itu sudah menghilang dari pandanganku.

Aku kembali ke ruang pesta untuk mencari informasi dari agen Schneider yang lain. Tapi ketika aku kembali ke ruang pesta, semua agen Schneider yang sebelumnya mengamatiku sudah menghilang. Perasaanku tidak enak kalau aku mengingat-ingat ucapannya.

Meski sudah memikirkan kemungkinannya, aku masih agak terkejut ketika aku berurusan langsung dengan agen Schneider. Meski di masa lalu aku mampu menutupi namaku dari agen Schneider, tapi aku tidak yakin dia bisa melakukannya lagi.

Aku pun melanjutkan menikmati pesta ini dengan mencoba menyingkirkan perasaan tidak enakku mengenai keterlibatan agen Schneider. Lebih tepatnya, aku mencoba menikmati pesta ini dengan minum sarasva. Bisa dibilang aku sudah ketagihan dengan minuman ini. Bahkan, ayah dan ibu sudah mengatakannya padaku. Tapi tidak bisa kutolong, minuman ini enak sekali. Padahal minuman tidak beralkohol tapi bisa seenak ini.

Sebelum pesta berakhir, ada satu orang yang datang padaku. Dia menanyakan apa yang kuinginkan dari Yang Mulia Paduka Raja sebagai hadiah Battle Royale. Ngomong-ngomong, orang ini bukanlah agen Schneider. Aku bisa menyadarinya ketika dia memandangku sebelah mata. Dia hanyalah pesuruh kerajaan yang bertugas menanyakan apa yang dinginkan oleh Regal Knight yang juara.

Orang ini memberitahuku prosedur yang perlu kuikuti nanti. Sederhananya, nanti saat inaugurasi, pidato yang diberikan adalah pidato satu arah dari Yang Mulia Paduka Raja padaku dimana dia membacakan keinginanku dan mengabulkannya. Aku hanya bilang terima kasih. Pesuruh Kerajaan membuatku menuliskan permintaanku pada secarik kertas untuk memastikan keasliannya.

Sesuai kesepakatanku dengan Tuan Putri Yurika, aku menulis keinginanku untuk mendapatkan uang sebanyak seratus ribu zenith per bulan. Setelah memastikan aku mengerti proseduralnya dan mendapatkan tulisanku, dia pun pergi dariku.

Yang membuatku cukup terkejut adalah, ternyata Tuan Putri Jeanne dan Tuan Putri Yurika juga mendapatkan kesempatan untuk mengajukan permintaan. Ternyata mulai battle royal kali ini, runner up juga diberi kesempatan untuk mengajukan permintaan, tapi terbatas hanya pada keluarga kerajaannya, tidak sampai Regal Knigntnya. Benar-benar sesuatu yang menguntungkan keluarga kerajaan. Namun tampaknya mereka tidak menduga kalau tahun ini akan ada dua runner up. Meskipun aku yakin kalau Ufia adalah runner upnya, tampaknya amulet itu tidak mampu menerima data secara presisi, ada delay beberapa detik. Karena itulah, menurut amulet, Ufia dan Zage kalah bersamaan.

Aku tidak perlu khawatir mengenai permintaan Tuan Putri Jeanne karena dari info yang kudapatkan di pesta ini, keluarga selir Tuan Putri Jeanne, keluarga Herizzeta, tidak mengincar posisi permaisuri sama sekali. Tapi dari empat anak di keluarga Herizzeta, hanya tiga putrinya yang tidak menginginkannya. Anak kedua, yang adalah laki-laki, tetap saja menginginkan agar keluarganya menjadi permaisuri agar dia bisa menjadi putra mahkota.

Daripada Tuan Putri Jeanne, aku lebih khawatir pada permintaan Tuan Putri Yurika. Semua permintaannya adalah permintaan politik yang memiliki efek besar. Permintaan pertamanya adalah keluarganya menjadi keluarga permaisuri dan permintaan keduanya adalah dia ingin memiliki suara dalam pencabutan dan penganugrahan gelar bangsawan. Aku juga semakin merinding ketika mengingat dia mengucapkan kata hutang padaku tadi. Semoga permintaannya tidak berhubungan denganku sama sekali.

Aku yang sebelumnya lupa dengan permintaan pertama Zage jadi teringat. Dia dulu menginginkan agar wilayah keluarganya diperluas. Yah, sekarang aku baru ingat kenapa dia baru memilih menjadi Duke di kemenangan keduanya. Untuk menjadi Duke, sebuah keluarga harus memiliki tanah dengan luas tertentu agar bisa mendapatkan pemasukan dan mempertahankan gelarnya. Tanpa wilayah itu, gelar Duke keluarganya akan dicabut dalam waktu singkat karena tidak memenuhi syarat. Yahh, aku baru ingat sekarang.

Ngomong-ngomong, kamu tidak akan bisa menemukan keluarga kerajaan seperti keluarga selir dan keluarga permaisuri di pesta ini. Mereka sudah menghadiri sesi pesta sebelum battle royale dimulai. Kini mereka berkumpul untuk mendisuksikan mengenai permintaan masing-masing pemenang dan runner up. Tentu saja hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kalau posisi permasuri dan selir berganti, maka keluarga yang berhubungan sudah mengetahuinya dan tidak terlalu terkejut nanti waktu inaugurasi.

Akhirnya, pesta pun selesai dan dilanjutkan dengan acara inaugurasi. Kami berpindah dari hall kerajaan ke ruang audiensi. Ruang audiensi tidak kalah besar dengan hall kerajaan. Di ruang ini, terlihat ada batas setinggi lutut di samping kanan dan kiri, semua orang berada di belakang batas itu. Di bagian ujung ruang audiensi, terlihat ruangan meninggi menjadi tiga tingkat ketinggian berbeda. Dua bagian di bawah adalah tempat duduk bagi para anak-anak permasuri dan selir dengan keluarganya. Setelah itu, tempat paling tinggi adalah tempat duduk bagi Yang Mulia Paduka Raja, permaisuri, dan para selirnya.

Aku berdiri di tengah-tengah ruangan ini dengan Emir di kananku, Tuan Putri Yurika dan Tuan Putri Jeanne di kiriku. Urutan untuk dipanggil adalah Tuan Putri Jeanne dan Tuan Putri Yurika, aku, lalu yang terakhir adalah Emir. Kami terus berdiri sementara Yang Mulia Paduka Raja memberikan sambutan dan penutupan pada inaugurasi ini.

Setelah pidato inaugurasi selesai, seseorang muncul dan memberi sebuah jubah pada kami. Sebuah jubah berwarna merah yang besar yang dihiasi dengan garis emas atau perak. Jubah ini adalah simbol kalau kami adalah juara dan runner up. Untuk pemenang, aku dan Emir, mendapatkan garis emas. Untuk runner up, Tuan Putri Yurika dan Tuan Putri Jeanne, mendapatkan garis perak. Dan ya, orang yang tadi menjelaskan jalannya prosesi sudah mengatakan kalau aku boleh membawa pulang jubah ini. Mungkin harganya mahal.

Ngomong-ngomong, Tuan Putri Jeanne memiliki rambut coklat yang generik sepertiku, tapi dia memiliki mata berwarna kuning kecoklatakan yang belum pernah aku lihat secara langsung sebelumnya. Dia membiarkan rambutnya terurai hingga menutupi sedikit pundaknya tanpa ada ornamen sama sekali di rambutnya.

Meski tanpa ornamen elit dan mahal seperti yang dikenakan oleh Tuan Putri Yurika dan Emir, tapi aku bisa melihat rambutnya benar-benar terawat dan indah, benar-benar menunjukkan kesan elit. Dia mengenakan gaun berwarna biru pucat, sodalite. Dan tentu saja, seperti gaun bangsawan pada umumnya, dia juga mengenakan gaun yang tidak menutupi bahu dan menunjukkan sedikit belahan dadanya. Love it.

"Kepada Tuan Putri Jeanne Herizzeta dan Tuan Putri Yurika Falch Fafniari, dipersilahkan untuk maju."

Akhirnya protokoler memanggil Tuan Putri Jeanne dan Tuan Putri Yurika. Sementara aku dan Emir masih berdiri, mereka berdua maju dan merendahkan tubuh mereka. Setelah itu, Yang Mulia Paduka Raja berdiri dan maju beberapa langkah dari tempat duduknya.

Ini adalah pertama kalinya aku melihat Yang Mulia Paduka Raja secara langsung. Wajahnya sudah menunjukkan cukup keriput. Rambutnya yang harusnya hitam tampak menjadi abu-abu karena memutih sebagian. Namun, dari mata hitamnya, kamu bisa melihat sebuah semangat, aura, dan kharisma yang benar-benar layak dimiliki oleh seorang Raja. Sebuah pandangan yang ganas dan tegas, tapi juga lembut dan tulus di lain pihak. Bahkan tanpa pengeras suara, aku bisa mendengar suaranya yang begitu tegas dan kencang di ruangan ini.

"Selamat kepada kedua putriku, Jeanne dan Yurika. Kesatria kalian telah menunjukkan sebuah pencapaian yang luar biasa dalam Battle Royale kali ini. Dengan ini, aku akan mengabulkan permintaan kalian berdua. Jeanne, sesuai dengan permintaanmu, dengan ini aku akan memberimu hak terhadap lima persen penghasilan kerajaan tiap tahunnya."

"Terima kasih, ayahanda Yang Mulia Paduka Raja."

Sesuai dugaanku, Tuan Putri Jeanne akan meminta sesuatu yang dibilang cukup aman. Tapi, lima persen penghasilan kerajaan, aku tidak bisa membayangkan berapa banyak uang itu. Berarti dia mendapatkan setengah penghasilan ibu per tahun. Gara-gara Tuan Putri Yurika menjelaskan sedikit tentang uang kerajaan, aku tidak bisa membayangkan bagaimana ibu bisa mendapatkan uang sebanyak itu tiap bulan. Memikirkannya saja membuatku merinding, apalagi menerimanya secara langsung.

"Yurika, sesuai dengan permintaanmu, dengan ini ditambahkan aturan baru pada battle royale yang akan datang. Jika ada orang lain yang ingin menganulir permintaan dari pemenang sebelumnya, maka orang tersebut harus menang battle royale minimal dua kali berturut-turut."

"Terima kasih, ayahanda Yang Mulia Paduka Raja."

Minimal dua kali. Berarti kalau seandainya ada keluarga selir lain yang ingin menjadi permaisuri, karena permintaan ini menganulir permintaan pemenang sebelumnya, maka regal knight nya harus menang dua kali berturut-turut. Battle royal selanjutnya akan dilakukan tiga tahun lagi. Kalau harus menang dua kali berturut-turut, maka keluarga permaisuri baru bisa berganti enam tahun lagi. Di saat itu, ada kemungkinan Yang Mulia Paduka Raja sudah pensiun dan putra mahkota sudah naik menjadi Raja. Benar-benar keinginan yang terkalkulasi dengan baik. Aku yakin keluarga selir lain pasti sangat kesal saat ini.

"Selanjutnya, kepada kandidat Regal Knight Lugalgin Alhold dan tuan putri Emir Falch Exequoer dipesrilahkan untuk maju."

Tuan Putri Yurika dan Tuan Putri Jeanne masih belum bergerak. Mereka berdua masih merendahkan tubuh mereka yang kini disusul olehku dan Emir.

"Kepada Lugalgin Alhold, meskipun kau hanya kandidat Regal Knight, kau mampu menjadi pemenang battle royale bahkan tanpa kehilangan HP sedikitpun. Dengan pencapaianmu, kau berhak atas satu permintaanmu. Kau akan mendapatkan dana sebesar seratus ribu zenith per bulannya."

"Terima kasih, Yang Mulia Paduka Raja."

Aku berani bertaruh dia sebenarnya merasa sedikit terganggu. Agen Schneider tidak akan bergerak tanpa perintah Yang Mulia Paduka Raja. Dengan kata lain, Yang Mulia Paduka Raja lah yang sebenarnya merasa terganggu. Dia pasti terganggu karena namaku yang sebelumnya hanyalah dikenal sebagai penjual barang antik tiba-tiba menang battle royale. Tapi dia benar-benar bisa menutupinya. Aku terkesan.

"Dan yang terakhir, Emir, kau benar-benar telah memilih kandidat Regal Knight yang hebat. Dengan kandidat Regal Knight pilihanmu, kau berhasil menjadi pemenang pada battle royale pertamamu. Dan sayangnya, battle royale terakhirmu."

EH? Terakhir? Apa maksudnya?

"Dengan ini, aku mengabulkan permintaanmu, putriku. Aku mengabulkan permintaanmu untuk tidak lagi menjadi anggota keluarga kerajaan dan menjadi rakyat jelata. Dengan ini, engkau tidak lagi menyandang nama Exequoer. Kini namamu adalah Emir Falch Exesias. Dengan ini, semua kewajiban dan hakmu sebagai keluarga kerajaan juga dicabut." Yang Mulia Paduka Raja berhenti sejenak. "Namun ketahuilah, meski mungkin kita tidak memiliki hubungan keluarga resmi, namun kita masih berhubungan darah. Aku masih memberimu hak untuk mengunjungi istana."

"Terima kasih, ayahanda Yang Mulia Paduka Raja."

Ahh, kok, perasaanku tidak enak?

Belum ada komentar untuk chapter ini.

Jadi yang pertama?