In the Maw of the Dragon

2 Like
2 Follower
Bagus Surya


Selesai

439 kali


Sinopsis

Jazdia menatap kosong ke pemandangan mengerikan di depannya dan melihat sendiri bagaimana brutalnya akhir dari sebuah peperangan.

Tidak ada cerita petualangan di sini, tidak pula ada yang pantas dijadikan balad-balad klise menggugah jiwa tentang hikayat keberanian dan pengorbanan. Hanya ada mayat, bau anyir dan pekikan-pekikan kematian dari para pemakan bangkai yang mengais-ngais potongan daging yang mulai dingin.

Begitu banyak yang mati; manusia dan kuda, pemanah, penunggang dan infantri. Jasad mereka bergeletakan di sana-sini, tertutupi lumpur dan bersimbah darah, sebagian tak lagi utuh. Perisai-perisai mereka hancur berantakan, dan baju jirah yang seharusnya melindungi tubuh mereka kini tak ubahnya seperti lapisan daun yang penuh lubang.

Lokasi pertempuran masih diramaikan dengan seruan-seruan lantang para agen CSA yang menyisir area tersebut, berbaur dengar suara jerit dan erangan yang terdengar sayup-sayup di udara.

Ia beranjak ke sisi padang yang lain, di mana mereka yang selamat dan cedera mendapatkan perawatan.

Para prajurit itu menatapnya. Sekelompok perwira, dan sepertinya beberapa diantaranya sudah tahu siapa dirinya. Mata mereka menampakkan perasaan takut dan waspada, dan ia bisa merasakan bahwa mereka beberapa kali mencuri pandang ke panah-panah di punggungnya, atau mungkin pada handgun Five Seven yang tersarung mantap di pinggangnya.

Ia sudah banyak menunjukkan belas kasihan; pengampunan, perawatan, bahkan yang tak terluka akan dibebaskan tanpa syarat, diberikan kereta-kereta pengangkut dan dipersilahkan membawanya sampai ke negeri mereka. Tapi itu semua tak bisa menghapus ketakutan dari wajah para prajurit tersebut. Ya dia mengerti... tidak mudah bersimpati pada musuh yang telah membantai rekan-rekanmu apalagi itu baru terjadi tidak kurang dari satu jam yang lalu.

Lalu Jazdia berbalik. Kembali menatap medan pertempuran, ataupun yang tersisa dari itu… pertumpahan darah hari ini harusnya tak perlu terjadi.

Semua bermula dari sebuah pertemuan penting yang berakhir ricuh, di kota Coblenz, sepuluh hari yang lalu.



Baca dari awal
Terbaru
Chapter

Epilogue [Selesai]
2018/04/27

#6

Raison D'être
2018/04/26

#5

Resolution
2018/04/08

#4

Aftermath
2018/04/03

#3

Countermeasure 
2018/04/01

#2

Persona Non Grata 
2018/04/01

#1


4 komentar untuk novel ini

Bagus Surya
Wah ane baru tahu di Everna ada organisasi rahasia berteknologi advanced seperti CSA.
Bagus Surya
Maksudnya semacam kolaborasi gitu mas?
Andry Chang
Asyik juga nih. Berminatkah untuk diadaptasi dalam dunia/brand Everna Saga?