Chaptet 11 " Rencana dimulai "


Dia berhadapan langung dengan ketua klubnya yang menunggunya tepat didepan pintu masuk ruang klub, kami kira Kevin akan terlihat kurang berani berhadapan langsung dengan ketua klubnya namun nampaknya Kevin sudah terlihat lebih berani dan kami langsung mempersiapkan rencana selanjutnya.

“Baiklah selanjutnya?”

“Hmm selanjutnya apa?”

“Hah!? apakah rencananya sampai sini saja!?”

“Yah tenang – tenang kita akan menunggu kemungkinan yang akan datang, setelah itu baru kita akan mengimprovisasikan rencananya”

“Aku suka dengan rencanamu tapi apakah tidak ada rencana lain?” tanpa jeda aku mengucapkannya

“Yahh mau bagaimana lagi”

Akhirnya kami mendengar Kevin yang berbicara kepada ketua klub ilmu pengetahuan.

“Ketua Bagas, aku ingin mengatakan keluhanku kepadamu”

“Hmm? Apa keluhanmu?”

“Aku merasa terkena bullyan setiap mendapatkan hasil penelitian di klub ini dan itu sangat mengganggu”

“Huu berani juga kau rupanya” ucap salah satu anggota klub

“Hmm? Aku tidak peduli”

“A-APA! kau tidak peduli!

“Yahh lagipula memang kau selalu mendapatkan nilai tertinggi saat pembina memberikan hasil penelitian kita dan itu membuatku kesal”

“Grrr ketuanya sama saja...”

“Apa katamu!”

“Kubilang ketuanya sama saja!”

“HAH! kau datang kesini untuk melawanku ya!?”

“Aku bukan maksud untuk melawanmu tapi di klub ini terasa tidak adil, terasa aku yang dikucilkan”

“MEMANG SEHARUSNYA BEGITU!!!”

“He?”

“KAU MEMANG SANGAT MENYEBALKAN DI KLUB KAMI KAU TIDAK SEPANTASNYA DI KLUB KAMI< PEMBINA TERLALU BERFOKUS PADAMU SAMPAI TIDAK MEMPERDULIKAN KAMI!!!”

Kevin hanya terdiam dan tidak mengatakan apa – apa

“Gawat kevin terdiam dan tidak mengatakan apa – apa, bagaimana ini Nata?”

“Hmm? Entahlah kau yang harus improvisasi”

“Aghh sial aku tidak bisa berfikir sekarang!!!”

Kemudian aku mempunyai ide

“Hei Niko kau masih punya petasan yang kemarin tidak kau lempar itu?

“Hmm masih kenapa?”

“Kita akan melemparkan ini untuk kedua kalinya agar Kevin bisa selamat karena kurasa dia sudah tidak sanggup”

“Sttt tunggu dulu”

Kemudian Kevin mengarahkan pandangannya ke arah ketua klub ilmu pengetahuan dan mengatakan.

“Ilmu pengetahuan yang segudang yang berada di otak kalian itu hanya akan menjadi ilmu pengetahuan yang seperti sampah yang berada di gudang yang tidak terpakai apabila sikap kalian tidak bisa diatur!!!” Ucap Kevin dengan keras

“APA KATAMU!!!”

Kemudian langsung saja Kevin dihajar oleh Ketua dari klub itu dan anggota lainnya juga ikut membantu ketua itu dan spontan kami langsung melempar petasan yang kami pegang tadi.

“BAIKLAH! Nata sekarang bawa Kevin pergi!”

“Lalu bagaimana denganmu?”

“Yahh aku akan menunggu disini saja”

“HAH! Tidak bisa begitu”

“Huhh baiklah”

Ditengah kepulan asap kami langsung menangkap Kevin dan membawanya lari

“Hoii Nata huft huft...”

“Ada apa Niko? Huft huft”

“Bagaimana kau bisa mendapatkan pematik api untuk menghidupkan petasan tadi? Huft huft?

“IMPROVISASI! Huft, lagipula untuk apa kau menanyakan hal itu”

“Hoii kalian berdua apa faedahnya kalian berbicara pematik api ditengah ketegangan seperti ini?”

“Entahlah huft huft tanyakan pada Niko”

Setelah itu kami bersembunyi di gudang olahraga, dan kami melihat sekelompok orang dari klub ilmu pengetahuan mengejar kami seperti sekelompok pelajar yang ingin tawuran.

“Huftt hahh melelahkan sekali”

“Hm? Tumben kau tidak pingsan lagi”

“HAH! kau mengejekku?”

“Yahh tentusaja dia kuat karena dia telah melewati latihan yang berat beberapa hari yang lalu”

“Latihan apa maksudmu!?”

“Hahahaha” Kami semua tertawa

“Baiklah Niko sekarang hubungi Tiara dan Tifa”

“Uhmm Baiklah”

Niko menelpon Tiara dan memintanya melihat keadaan didekat gudang olah raga apakah ada sekelompok orang dari klub ilmu pengetahuan atau tidak.

“Baiklah Niko disekitar gudang olahraga aman, mereka semua berlari menuju taman sekolah”

“Baiklah sempurna... Nata, Kevin kita menemui Tiara dan Tifa”

Kami bertemu Tiara dan Tifa dan Tiara di depan ruang guru

“Ehh tungu dulu untuk apa kita ketemuan disini, bukannya lebih baik kita di ruangan klub?” Tanya Tifa heran

“Ish ish ish, kau akan tau maksud kita berkumpul disini setelah kau melihat ini” Niko memperlihatkan handphone miliknya

“Hmm untuk apa?” Tanyaku

“Disini ada rekaman percakapan di ruang klub tadi dan aku rekam”

“Hah!? Kapan kau merekamnya?”

“Dari awal”

“Lantas kenapa kau kebingungan tadi?”

“Entahlah”

“Dasar Bodoh!” sambil memukul kepalanya

“Aduh”

“Lalu kita akan kasih ini ke pembina klub ilmu pengetahuan?”

“Yap”

“Baiklah ayo masuk”

Kami semua masuk kedalam ruangan guru dan menghampiri pembina klub ilmu pengetahuan, setelah dia melihat semua itu dia menutup mukanya dengan telapak tangannya dan merasa seperti pembina yang gagal.

“Uhmm baiklah jadi bagaimana perasaanmu sekarang apa yang harus kuperbuat kepada mereka berdasarkan keinginanmu karena mereka telah memperlakukanmu seperti itu”

“Baiklah aku ingin Bapak menghukum mereka!”

“Howahh Langsung dihukuman yah” Ucap Niko dengan Tiara

“Baiklah hukumannya apa”

“Baiklah hukumannya adalah, ajari mereka sopan santun, jangan selalu merendahkan orang lain, kalau tidak bisa mendapatkan nilai penelitian yang bagus secara individu buat mereka berkelompok supaya mereka bisa mendapat nilai penelitian yang tinggi secara merata sehingga tidak akan ada yang merasa tersaingi lagi, lagipula bersama – sama itu menurutku menyenangkan daripada menyelesaikannya secara individu”

“Hikss hikss”

“Eh? kau menangis Niko?” Tanyaku

“Bukan aku terharu dasar bodoh”

“Baiklah Bapak akan melatih mereka agar mereka bisa menjadi lebih baik”

“Dan satu lagi”

“Eh masih ada satu lagi” ucap Tiara

“Apa itu Kevin?”

“Aku ingin keluar dari klub ilmu pengetahuan”

“HEHH!?” Ucap kami bertiga

Belum ada komentar untuk chapter ini.

Jadi yang pertama?