Banned#2-A Short Fight

Kedua kakinya bergerak cepat sembari mengejar pria tua yang mengambil benda miliknya.

"Ha ha ha ha! kristal ini milikku"

Tidak ada yang berani menanggapi perkataan pria tua, sekali dia menatap sekitar maka semuanya mengalihkan perhatian dengan perasaan gemetar.

"Hei!”

Pandangna Pria itu serta orang-orang teralihkan ke Ladius, berjalan mendekatinya di iringi angin menhembus jubah hitamnya.

"Haaaah?” Balasnya dengan muka sombong "Apa maumu bocah ?"

Kata-kata barusan membuat orang-orang kembali ke dalam rumah mereka. Bahkan, banyak orang memilih jalan lain jika ada yang ingin melintas.

"Kembalikan." Ucap Ladius, menunjuk kristal hitam.

   "Hah ? Kau bilang kembalikan? Kristal  ini punyamu, bocah?"

"......"

“Kau bocah baru kan, biar kuberitahu siapa aku ini." Ujarnya, menunjukkan Tato di balik dadanya yang terutupi pelindung besi. "Kau lihat gambar pedang ini! Ini adalah lambang Guild Mad Body. Kau tau itu!!!"

"Lalu?"

"Dasar bocah brengsek! Kau berani melawan--"

*Jleb

*Cressss

Angin tiba-tiba menghembus kulitnya, sebuah tombak hitam telah menembus pergelangan tangan kanan Pria itu . Menjatuhkan kristal hitam milik Ladius, bersama darah merah mengalir deras ke tanah.

"Argh!! A-apa yang k-kau lakukan, brengsek . . !!!" orang itu memasang wajah ketakutan

   “Kau tadi ingin bilang apa?" Tanya ladius

Ketakutan merasuki tubuh Pria itu hingga membuat tangannya gemetar tak karuan.

"Dengarkan perkataanku, jangan sekali-kali mengambil benda tanpa meminta sang pemiliknya. Mengerti ?" ucap Ladius selagi membuka mata selebar-lebar

"B—bai—iklah!" Jawabnya gemetar seraya mengangguk.

" . . . . ."

Tanpa sepatah kata, Ladius beranjak dari tempat itu setelah mengambilnya.

*Jiess *Whoshhh

"Rasakan Ini Brengsek!!!!" teriak Pria tadi, mengayunkan kapaknya dengan tangan kirinya. "HHAAAAAAA !!"

*Ctang

Sebuah gelombang hebat menjatuhkan kapak yang diayunkannya dengan kuat.

"Ti-tidak ada!!!" kaget pria itu, memperhatikan Ladius t'lah menghilang. "Dimana?! dimana Dia?!”

   "Atas." Bisik Ladius.

"Hah ?"

*Jleb

Bunyi tusukan berdentang keras bersama suara kulit yang tertembus benda tajam,tombaknya yang hitam berhasil menembus mulut hingga belakang kepala.

"Rrgggh.....oorrgh....oorr............."

Hanya dengan hitungan beberapa detik, pria itu tak lagi bergerak dan ambruk seketika di tanah.

*Tap

Ladius yang di atas turun dengan muluts. Orang-orang yang melihat dari awal sontak tak percaya dengan apa yang dilihatnya kepada Ladius.

*Tap tap tap

*Ckrek

"A-anda kembali!" Terkejutnya resepsionis itu.

   "Tukarkan benda ini dengan uang." Ucap ladius, menyerahkan kristalnya.

“Ba-baik" jawab tergesa-gesa

Resepsionis itu pun langsung memproseskan penukaran uang dengan kristal itu. Petualang -petualang disitu hanya bisa duduk diam melihat Ladius. Bisik demi bisik terus ia dengar dalam telinganya namun semua itu tidak dibalasnya. Hanya dianggapi angin lewat.

"I-ini tuan, semuanya 5000 Emas"

"............!!!!"

   "Li-lima ribu Em-emas?" petualang 1

  "Oi beneran tuh?"petualang 2

  "Gila, banyak amat"petualang 3

  "I-ini nyata kan"petualang 4

Orang-orang hanya bisa berisik mendengar perkataan resepsionis itu.

"5000 emas itu bahkan bisa membeli istana kecil kan?!"

   "Gila tu orang! dapat uang banyak bener!"

" . . . . . . ."

Tanpa pikir panjang, ia menaruh koin itu kebalik jubahnya.

"Sebelum aku pergi, apakah disini ada tempat penginapan?" tanya Ladius

   "Eh? i-iya, anda tinggal berjalan lurus dan jika ada pertigaan belok ke kiri, disitu lah tempatnya."

"Terima kasih" ucapnya sambil beranjak keluar.

Ladius menuju tempat yang ia tanya tadi. Tidak banyak hal yang bisa ia lakukan selain langsung menyewa kamar selama 1 bulan dan berbaring di kasurnya. Semua kelelahan terasa dibayar dengan cepat. Semua pikiran yang menganggu pergi dari pikirannya seketika.

(Bisa kusimpulkan, dunia ini memiliki Lima ibukota besar dimana ibukota besar memiliki daerah-daerah kepemilikannya. Mata uang disini bertipa koin dengan tiga Tipe. Perunggu, Perak, dan Emas. Satu koin Perak seharga seratus perunggu, yang berarti seratus koin perak berharga satu emas. Pedang disini bukan Beam Saber tapi pedang besi biasa. Pakaian yang mereka pakai masih dengan kulit hewan dan baju tempurnya terbuat dari besi atau aluminium yang dibentuk. Dunia ini sangatlah berbeda dibanding duniaku,bahkan konsepnya sangat berlawanan.)

"Lebih baik aku istirahat." ucapnya dalam angin.

Mata ladius perlahan menutup dengan pelan dan membuat ladius tertidur. Sebuah cahaya terang membangunkan matanya dimana telah mendapati di tempat yang terang menerang.

"Search the exit door or you will trapped forever”

   “Hei!!! Ini dimana?!" teriakan ladius dengan keras,”hei! Jawab aku?!”

*TAP

"HAAAHHH !!!" hela nafas ladius, bangun tiba-tiba, “apa itu tadi ? mimpi?"

ladius mengambil tongkat kecil di meja sebelah kasur ia berbaring.

*Sring

Tombol yang ditekan mengubahnya menjadi tombak hitam pekat nan panjang

"Aku harus pergi dari dunia ini secepat mungkin.” benaknya.

* * *

Belum ada komentar untuk chapter ini.

Jadi yang pertama?